Rabu, 26 Juni 2019

KELUH DAN KESAH MARKO SIMIC SETELAH MACAN KEMAYORAN TERANCAM AKAN MENJADI MUSAFIR

Tidak ada komentar:


ARENAJITU - Presija Jakarta akan terancam menjadi musafir untuk leq pertama partai semifinal Piala Indonesia 2018 / 2019 menghadapi Borneo FC pada sabtu (29/6/2019). Tim berjulukan Macan Kemayoran ini tidak dapat bermain di stadion utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta

Alhasil, Persija Jakartra berencana memakai Stadion Wibawa Mukti, Cikrang, Bekasi, untuk menjamu Borneo FC, itu pun, statusnya masih belum pasti. Dikarenakan Persija Jakarta masih belum mendapatkan izin keamanan dari kepolisian setempat.

“Bermain di Wibawa Mukti bukanlah pilihan yang bagus, rasanya, seperti 50 persen saja bermain di kandang. Tapi, setidaknya, masih lebih baik di bandingkan harus memaki stadion yang di luar kota.” Ujar Marko Simic, striker persija.

Satu bulan sudah belakangan ini, Persija tak pernah lagi bermain di kandang sendiri. Macan Kemayoran sempat di jadwalkan bertanding dengan Bali United pada pekan ketiga Shopee Liga 1 2019, 31 Mei 2019. Namun, status tuan rumah di tukar lantaran tim inu kota tak mendapatkan izin dari kepolisian.

Pada leq kedua babak 8 besar Piala Indonesia melawan Bali United, 5 Mei 2019, Persija Jakarta juga terpaksa bermain di Wibawa Mukti di karenakan tidak dapat izin dari kepolisian setempat.

Terakhir kalinya Macan Kemayoran tampil di Gelora Bung karno saat bertanding dengan Shan United pada matcday keenam grup G piala AFC 2019, 15 Mei lalu.

“ Saya bertahan di Persija karena pihak (manajemen) berjanji akan bermain di Stadion Gelora Bung Karno. Tapi, kami tetap professional dan akan berusaha bermain semaksimal mungkin dalam kondisi apapun,” Kata Simic


Bertanding di Stadion Wibawa Mukti bukan keadaan yang ideal bagi Macan Kemayoran. Jarak dari Ibu Kota ke Cikarang memang tidak terlalu jauh. Namun, kondisi lalu lintas yang tidak bisa di tebak. Apalagi, Jalan Tol Jakrata – Cikampek sebagai akses utama yang sering terjadi macet.

Persija juga akan terancam pula dengan dukungan yang kurang maksimal dari pendukung setianya, The jakmania, Ketika bertanding dengan Borneo FC. Pertarungan ini penting Bagi Macan Kemayoran sebelum melakoni laga leq kedua semifinal piala Indoneisa.

“saya tahu The Jakmania pasti sangat kecewa. Bagi saya sangat berbeda ketika bermain di Gelora Bung karno dan stadionnya penuh. Untuk mendorong pemain melakukan hinga maksimal. Tapi, oke, semoga secepatnya bisa jembali ke Jakarta ke gelora Bung Karno dan kami akan kembali berlatih semaksimal mungkin dan berlatih keras,” tutur pemain berusia 31 tahun ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
back to top